Rabu, 01 Agustus 2007

Amerika Serikat Kewalahan Hadapi Serangan Cyber

Lembaga Government Accountability Office (GAO) Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa sektor publik maupun swasta di negara ini menghadapi tantangan dalam mengamankan daerah cyber mereka. Disebutkan pula bahwa sektor pemerintahan maupun wilayah komersial AS juga berjuang dalam mendeteksi dan melaporkan tindak kejahatan via dunia maya.

Hal ini dikarenakan penegakan hukum cyber di negara adidaya ini sendiri, mengalami kewalahan terutama dalam menghadapi serangan dari luar negeri.

Bahkan, Departemen Keamanan Negara yang seharusnya menjadi agen utama pemerintah dalam menghadapi serangan cyber pun dinyatakan tak punya jaringan keamanan komputer yang mumpuni. Indikasinya, sebanyak 844 insiden keamanan cyber dihadapi lembaga ini dalam dua tahun terakhir.

Menurut Jim Langevin, Chairman Subcomitee on Emerging Threats, Cybersecurity, Science dan Technology AS, serangan yang menimpa departemen tersebut bervariasi dari virus, dan email untuk mencuri data.

laporan GAO ini menunjukkan bahwa serangan cyber bisa berasal dari wilayah Amerika Serikat sendiri maupun dari luar negeri yang menimbulkan banyak masalah.

Langevin mencontohkan, Cina saat ini diklaimnya sedang mengkoordinasi serangan melawan Departemen Pertahanan AS yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Laporan dari Departemen Pertahanan sendiri juga mengatakan bahwa Tentara Pembela Rakyat Cina terus meningkatkan kapabilitas serangan cyber-nya.

"Saya menyarankan seluruh areal bisnis besar maupun kecil benar-benar memperhatikan keamanan ruang cyber mereka secara serius," tandasnya.

Tidak ada komentar: